Welcome to all passangers! Read carefully, enjoying with my mind!

Selamat datang di blog saya. Apakah anda pernah merasakan manisnya jatuh cinta? Di saat anda merasakan perasaan seperti itulah, anda harus bersiap diri untuk merasakan kepahitannya.

Senin, 09 Oktober 2017

Lintas Profesi, Why Not?

Selamat malam semuanya. Apa kabar kalian di Bulan Oktober yang udah mulai sendu-sendu galau seperti ini? Apalagi kalau bukan mendung dan hujan. I said sorry karena terlambat membuat postingan baru. Ini dikarenakan minggu lalu emang lagi disibukkan dengan kerja memenuhi orderan klien. Biasanya suka riweh sendiri kalau tulisan belum diposting atau bahkan belum dibuat, tapi karena pekerjaan tersebut malah jadi lupa nulis di blog. Kangen kan ya? Nggak kangen ya nggak apa-apa sih sebenernya. Untuk mengobati rasa rindu kalian, by the way buat kalian yang rindu sama aku ya. Aku bakal nulis lagi. Hore.
 
Postingan pertama di Bulan Oktober. Lebih tepatnya minggu kedua di Bulan Oktober adalah nggak jauh-jauh tentang pekerjaan. Masih banyak orang-orang yang bertanya tentang ke-stereotype-an dan ke-mainstream-an mereka mengenai pekerjaan lintas profesi. Nah aku mau membahas mengenai pekerjaan tersebut dari sudut pandangku. So here we go. 
 
Pernah nggak sih kalian ditanya tentang cita-cita sama orang tua kalian, tetangga, om, tante, kakek, nenek, sampai guru kalian? Pasti pernah dong. Dan jawabannya sungguh mulia sekali. Ada yang mau jadi presiden, tentara, polisi, dokter, bahkan youtuber. Nah sekarang apa kabar cita-cita kalian yang dulu sempat dideklarasikan di depan guru SD kalian? Apakah sudah benar-benar tercapai atau malah justru banting haluan ke pekerjaan yang lain? Kalau kalian jawabnya banting haluan ke pekerjaan lain, oke senasib denganku.
 
Berawal dari cita-cita sejak SMP dan doa dari eyang kakung. Dulu pernah pengen jadi diplomat. Sampai pada akhirnya saat SMA aku beralih cita-cita semu ingin menjadi dokter dan terjebak dalam memilih jurusan saat SNPMTN Undangan. Aku justru memilih Kedokteran. Gila kan? Aku tahu kalian yang sedang baca ini pasti ngebatin, "Nggak mungkin juga masuk kedokteran." Iya emang udah nggak mungkin sih. Hahaha. And here I am, SMP pengen jadi diplomat, SMA pengen jadi dokter, lulus kuliahnya Sarjana Komputer.
 
Sebenarnya sekarang masih punya impian jadi diplomat sih, tapi nggak mungkin juga dengan situasi dan kondisi latar belakang pendidikanku saat ini. Namun hal tersebut tidak menghalangiku untuk sampai sekarang tetap berusaha bekerja di lingkungan diplomat. Nah sekarang aku mau menjawab satu per satu pertanyaan-pertanyaan ke-stereotype-an dan ke-mainstream-an orang-orang di luar sana mengenai pekerjaan lintas profesi. Rata-rata juga jadi pertanyaan yang sering ditanyakan. Kenapa ini lah. Kenapa itu lah. 
 
"Kuliah di jurusan B tapi kok malah ambil kerjaannya yang nggak sesuai dengan bidang ilmu?" 
Idealnya ya emang kuliah di jurusan A nanti kerjanya pasti sesuai dengan jurusan A. Kuliah di jurusan B nanti kerjanya ya masih berhubungan di jurusan B. Namun nggak menutup kemungkinan jika suatu saat semua pekerjaan akan selalu berhubungan dengan ilmu yang kalian dapat sewaktu perkuliahan. 
 
"Kalau udah tau bakal kerja di kantor A kenapa dulu kuliahnnya malah ambil di jurusan B?" 
Nggak akan ada yang tau orang itu terkecuali orang itu sendiri. Makanya sebelum benar-benar terjun di dunia perkuliahan, ketahuilah passion kalian ada dimana. Terkadang yang katanya udah nemuin passion, masih suka galau. 
 
"Rugi dong 4 tahun kuliah dapat ilmu B tapi nggak kepake waktu kerja di A?" 
Siapa bilang ilmu ngerugiin? Siapa kata ilmu waktu kuliah nggak bakal digunakan waktu kerja nanti? Selintas-lintas profesi, tetap aja mereka bakal menggunakan ilmu yang diberikan sewaktu kuliah juga. By the way, nggak ngerasa rugi juga kok. Justru menurutku, malah bisa dapat ilmu dobel-dobel. Pertama ilmu yang didapat sewaktu kuliah, kedua ilmu yang didapat selama bekerja. Walaupun bakal belajar dari nol lagi nggak ada salahnya kan? Nggak cuma ilmu doang, aku bahkan bisa bertemu dengan orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda. Bisa belajar bersosialisasi dengan orang lain, bicara di depan orang banyak, dan sebagainya. Banyak belajar hal yang baru deh pokoknya. 
 
"Nyebrang banget ya kerjaannya?" 
Selama pekerjaan tersebut membutuhkan kualifikasi yang sesuai dengan jurusan kuliah dan kemampuan, kenapa nggak dicoba aja sih? Lagian kenapa sih dengan pekerjaan lintas profesi? Selama aku bekerja dan nggak mengganggu pekerjaan kalian, apa salahnya? Coba keluar dari zona nyaman deh. Biar kalian tahu orang-orang di luar tuh kayak gimana. Nggak semuanya yang berbeda itu salah dan nggak semuanya yang minoritas itu kalah.
 
Ini semua kembali ke opini masing-masing. Aku nggak menyalahkan buat kalian para idealis dan nggak menganjurkan juga untuk keluar dari zona nyamanyan kalian. That's why we have each opinion. Semangat buat kalian. Kerjakanlah sesuai dengan kenyamanan kalian, kerjakan apa yang kalian sukai, dan inget ya, ngerjain sesuatu nggak boleh setengah-setengah. Oke? See you next time. XOXO!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar