Welcome to all passangers! Read carefully, enjoying with my mind!

Selamat datang di blog saya. Apakah anda pernah merasakan manisnya jatuh cinta? Di saat anda merasakan perasaan seperti itulah, anda harus bersiap diri untuk merasakan kepahitannya.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Best 7 Tulus

Selamat pagi kalian semua! Apa kabar? Selamat weekend. Akhir pekan yang membuat bimbang antara keluar rumah atau berdiam diri saja. Hujan, reda, hujan, reda. Masih ada waktu dua sampai tiga jam sebelum menjadi asisten ibu negara beli daster di Pasar Beringharjo. Daripada kosongin diri lebih baik mengisi kegiatan dengan membagikan tulisan. Ya nggak sih? Postingan ini aku mau ngisi konten author picked yang udah lama nggak diisi. Kali ini mau bahas top seven lagunya Tulus. Katanya suka dengerin lagunya Tulus, tapi kenapa cuma tujuh aja? Berarti yang lainnya nggak jadi best dong? Emm aku suka semua lagunya Tulus. Makanya itu bingung juga mau memilih yang paling bagus di antara bagus. Semua lagunya bermakna semua. Nggak ada lagu Tulus, yang dibuat nggak tulus dari hatinya Tulus. Nah loh. Kalau ditulis semuanya nanti nggak cukup dong. Namanya juga author picked kan, suka-suka si penulis juga. Wkwkwkwk.

1. Sepatu
Pertama kali denger lagunya Tulus ya dari lagu yang berjudul Sepatu ini. Pas banget dengerin lagunya waktu exchange di Korea. Waktu itu lagi liat orang-orang sana yang hobi banget jalan kaki dan pakai sepatu. Lagunya nggak diputer di Korea, by the way. Aku dengerin lewat handphone aku. Sebenernya lagu Sepatu ini sedih-sedih, menguras hati dan perasaan. Kita yang selalu berpasangan hingga menjadi nyaman tetapi selalu ada aja gitu peristiwa yang mengakibatkan kita ini nggak bisa bertemu. Kan sedih.
Oh ya Tulus pernah berkolaborasi dengan Hiroaki Kato untuk menggarap lagu ini dalam versi Jepangnya. Nggak kalah bagus juga. But overall aku lebih suka Sepatu versi Bahasa Indonesia.

Cinta memang banyak bentuknya mungkin tak semua bisa bersatu

2. Manusia Kuat
Another favorite ones. Lagu dari album terbarunya. Manusia kuat untuk penyemangat hari-hariku di kala sedang patah hati, nggak semangat, abis ditolak sana-sini, dan segala problematika kehidupan yang lainnya. Benar-benar lagu tersemangat 2017. Secara nggak langsung, Tulus udah menyelipkan pesan khusunya melalui lagu ini untuk orang-orang yang mau berjuang lebih. Nggak boleh putus asa! Nggak ada yang bisa menghalangi impian seseorang menjadi kenyataan. Catat dan ingat baik-baik ya.

Manusia-manusia kuat untuk jiwa-jiwa kuat

3. Baru 
Lagu berikutnya masih 11:12 lah dengan lagu Manusia Kuat. Poin dari lagu ini adalah saat kalian merasa tidak dihargai oleh orang-orang atau lingkungan sekitar dan kamu berusaha untuk menjadi yang baru. Sehingga membuat mereka yang dulu pernah meremehkanmu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Life is like spinning wheel. Depends on you. Kalau mau terus berjalan, ya bergerak. And then you can enjoy the show.

Ku tak lagi di kuasamu

4. Ruang Sendiri
Kalau kalian udah pernah baca tulisan aku tentang Teori Ruang Sendiri, kalian bakal tahu deh kenapa aku harus memasukkan lagu ini ke dalam top seven lagu Tulus. Lagu rekomendasi buat kalian yang terlalu posesif sama pacar. Bentar-bentar nanyain kabar. Ya jujur sih aku dulu juga sempat kayak gini, tapi after I heard this one jadi ada benernya juga sih. Berilah waktu dan ruang untuk pasangan masing-masing. Bakal beda deh kangennya orang yang intens nanyain kabar dengan orang yang "jarang" kasih kabar. Maksud jarang kasih kabar bukan berarti ilang-ilangan, tapi nggak yang every second, every minutes, every hours berkabar.

Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu

5. Monokrom
Lagu ini didedikasikan untuk para teman-teman SMA dan kuliah aku. Hai Dindot, Vita, dan Septa! Hai Flera, Senja, Rizki, Ovi, dan Ratri! Kalau kalian baca tulisan ini, aku titipkan pesan untuk kalian semua. Terimakasih sudah menemani dan mewarnai kehidupanku dari SMA, kuliah sampai saat ini. Tanpa kalian hidupku hanyalah sebuah monokrom. Aaaaak jadi kangen mereka.

Ini lagu untukmu ungkapan terimakasihku

6. Tukar Jiwa
Ini ceritanya berawal dari judulnya sih. Tukar Jiwa. Kalau bisa request untuk mengganti judul lagu, bisa diganti judulnya menjadi tukar jurusan. Stuck di pekerjaan yang memaksaku untuk menjawab pertanyaan orang-orang berulang kali, "Kenapa memilih bekerja di A sedangkan kamu kuliah di jurusan B?" Lah gimana lagi emang udah passionnya di situ? Mau tukeran jiwa sehari aja? Kuingin bertukar jiwa, eh jurusan. Oh ya lagu ini aku rekomendasikan untuk didengarkan oleh orang-orang yang masih suka mengurusi pekerjaan orang lain.

Aku kehabisan cara tuk jelaskan padamu

7. Satu Hari di Bulan Juni
Lagu yang mewakili perjalananku sebagai mahasiswa akhir. Skripsi yang seharusnya dijadwalkan deadline Agustus, tapi belum kelar juga pas Bulan Juni. Belum kelar bab 4 dan 5 juga. Aplikasi belum bisa dijalankan. Udah nggak tahu lagi bakal ngapain kecuali ya dikerjain sampai kelar. Skripsi yang pada waktu itu nggak baik-baik saja, pada akhirnya di satu hari di Bulan Juni dapat acc dari dosbing tercinta.

Oh tenang sayang, semuanya kan baik-baik saja.

Kalau diibaratkan hidup, lagu-lagu Tulus ini benar-benar mewakili kehidupanku seperti ini. Dari sini sampai situ ada aja gitu buat dijadikan soundtrack my life. Entah kenapa pas banget momennya. Sukak deh! Semangat berkarya terus, Mas Tulus. Jangan bosan-bosan untuk menghasilkan karya yang lebih bagus lagi, tentunya bisa kujadikan lagu dalam kehidupan sehari-hariku. Aku akan terus mendukungmu. I hope you read this. By the way, ulang tahun kita beda seminggu doang loh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar