Welcome to all passangers! Read carefully, enjoying with my mind!

Selamat datang di blog saya. Apakah anda pernah merasakan manisnya jatuh cinta? Di saat anda merasakan perasaan seperti itulah, anda harus bersiap diri untuk merasakan kepahitannya.

Kamis, 14 Juni 2018

My Daily Life #19 Sampai Jumpa

"Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar,
Laa illaa haillallah-huwaallaahuakbar
Allaahu akbar walillaahil hamd"
Assalamualaikum semuanya! Halo apa kabar kalian semua? Dua puluh sembilan hari telah kita lalui bersama, dua puluh sembilan hari aku mencari keberkahanNya, dan di dua puluh sembilan hari aku mendapatkan makna dari pengharapan. Saatnya telah tiba. Horeeee! Tau-tau besok udah lebaran aja nih. Siapa yang habis buka tadi langsung mantengin TV buat lihat sidang isbat? Kalian kayak gitu juga nggak sih? Buru-buru nyalain TV terus ngikutin sidang isbat yang diadain oleh Kementerian Agama RI. Alhamdulillah besok kita udah resmi untuk memasuki bulan baru yaitu Bulan Syawal. Seperti biasa, aku akan merangkum kegiatan apa saja yang aku lakukan selama seminggu di akhir bulan puasa. Yap inilah sesi akhir dari daily life episode Ramadhan versiku. Selamat membaca.

Puasa hari ke-22 dan ke-23
Persiapan packing parsel. Hari terberat puasa adalah hari ketika kamu angkat-angkat gula dan minyak yang ukurannya satu pak karton. Itu berat banget. Rasanya pengen minum seketika. Di puasa kali ini satu rumah lagi gencar banget buat mempersiapkan parsel. Nantinya parsel ini akan diberikan kepada saudara, kerabat, dan teman terdekat. Ya berhubung keluargaku sungguh teramat sangat mainstream di akhir bulan puasa ini, makanya dibuatlah acara parsel-parselan ini.
Udah sempat hopeless karena kehabisan stok minyak goreng dan gula pasir. Nyari ke swalayan ini nggak ada, ke swalayan itu nggak ada. Dan masih ingat punya stok satu karton isinya gula pasir semua. Ya udah deh dengan skill dewa angkat beban dan tentunya sisa tenaga yang hampir habis karena angkat-angkat sebelumnya, angkut aja tuh gula pasir beserta minya gorengnya. Baru inget setelah buka puasa, ini mau dibungkus pakai apa? Ampun deh ya.

Puasa hari ke-24
Bukber anti bubar squad. Kenapa dibilang anti bubar squad? Udah hampir 10 tahun berteman dan bagiku ini adalah pertemanan paling lama yang bisa aku pertahankan selama hidupku. Bukan karena nggak punya temen banyak, tapi temen yang mau dengerin cerita, ngasih saran udah lebih cukup buatku. Dan kami bertiga yang mampu bertahan sampai sekarang. Next time aku bahas di blog ini deh.
Buka puasa bersama untuk ketiga kalinya dan terakhir kalinya di tahun ini. Ditotal aku cuma bukber selama 3 kali. Udah males aja gitu dikit-dikit buka bersama, dikit-dikit makan di luar. Gaes cobain deh makanan buatan sendiri. Nikmat banget pokoknya. Lanjut. Di bukber hari ini aku berharap tempat yang aku pakai nggak terlalu ramai. Mengingat hari ini adalah hari pertama libur lebaran. Tau dong gimana ramenya Jogja kalau udah kena liburan. Liburan dikit aja udah macet, gimana yang liburan panjang macam lebaran seperti ini. Akhirnya kita bertiga terlalu pagi untuk datang ke tempat bukbernya. Saking takutnya nggak dapat tempat buat quality time each others.
 
Puasa hari ke-25, ke-26, dan ke-27
Makan di jam siang. Awal bulan kemarin sempat ngira kalau puasa tahun ini bisa nutup semua. Eh taunya dikasih tamu spesial di akhir bulan. Hehehe. Kesempatan lah ya buat mie rebus di siang hari. Sebenernya nggak enak juga sih dapat bulanan di akhir bulan gitu. Nggak bisa i'tikaf di masjid juga. Agak sedih gimana gitu apalagi pas banget sama malam lailatul qadr. Tapi ya gimana lagi, udah dikasihnya tanggal segitu. Disyukuri aja. By the way, selamat mudik buat kalian yang udah mudik hari ini. Semoga selamat sampai tujuan ya.
 
Puada hari ke-28 dan ke-29
Saatnya dapur rumah mengepul untuk dua hari ke depan. Saking semangatnya menyambut lebaran, ibu mengajak aku ke pasar setelah sholat shubuh. Demi nggak kehabisan daging sapi giling langganan ibu. Kalau udah mendekati lebaran gini suka kehabisan. Cepet banget abisnya. Ibu pun ngajak aku ke pasar pagi-pagi. Suasanya pasar kalau udah deket-deket sama lebaran juga khas banget. Aku suka ngelihat pinggiran jalan yang penuh sama pedagang dadakan. Mereka menjajakan ketupat buatannya kepada para pembeli. It's really really really lebaran vibes. Kerasa banget kalau besok udah lebaran. Oh ya ibu tuh nggak pernah beli kue-kue lebaran. Karena menurut dia, nggak usah beli karena nanti bakal ada yang kasih. Beneran dong. H-2 lebaran banyak yang kasih kue kering, kue toples, kue kalengan. Sampai nggak tahu mana yang harus dibuka dulu.
Rumah pun juga nggak boleh kalah meriahnya. Semuanya dibersihin untuk menyambut bulan penuh fitri. Mulai dari menyapu, mengepel, ngelap jendela, sampai cucian kotor harus dibersihin saat itu juga. Intinya nih nggak boleh ada yang kotor di rumah. Selepas itu semua, persiapan buat masak-masak. Seperti yang udah aku katakan sebelumnya -keluarga mainstream- kita semua mempersiapkan segala macam masakan lontong, opor ayam, dan sambal goreng daging buat disantap di saat hari raya.

Akhir kata, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah. Minal aidzin wal faidzin. Jika ada kesalahan kata, makna, dan presepsi dalam menuangkan ide atau mencurahkan hati di dalam blog ini, dengan hati yang tulus saya mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah dan amalan kita di Bulan Ramadhan lalu diterima oleh Allah SWT dan kita menjadi pribadi yang semakin baik lagi di bulan-bulan berikutnya. Oh ya semoga dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya. Amin. Sampai jumpa di tahun depan ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar